Nama : Sri Winarti
NPM : 28216015
Kelas : 2EB19
1. Perkembangan Ekonomi Koperasi
Perkembangan
dunia saat ini telah memasauki sebuah era baru dalam berbagai bidang dan sendi
kehidupan masyarakat dunia. Perkembangan yang bisa kita sebut sebagai era
globalisasi, pada era ini semakin hilanglah batasan dan semakin terbukanya
masyarakat untuk mendapat informasi. Salah satu ciri dari era globalisasi ini
adalah munculnya istilah perdagangan bebas, dimana masing masing individu
dipermudah dalam hal melakukan hubungan dagang antara satu sama lainnya tanpa
adanya batasan atau halangan yang berarti. Berbagai kesepakatan, jalinan
kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan
berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari
lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional
yang tak terhindarkan.
Pertumbuhan
koperasi Indonesia dari tahun ke tahun bisa dibilang cukup menggembirakan ini
bisa dilihat dari pertumbuhan koperasi dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2008
yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dimana terjadi peningkatan
sebesar 50.67 % ,namun pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan
melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu
lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Jika semula
ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka
pergeseran ke arah peran swasta menjadi tantangan baru bagi lahirnya
pesaing-pesaing usaha terutama KUD.
Perkembangan koperasi ini sudah bisa dibilang
cukup baik namun dalam hal sisi fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri
universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasa keuangan, pelayanan
infrastruktur serta pembelian bersama. Sejalan dengan ide pengembangan eksistensi
koperasi, dalam kondisi krisis ekonomi, gIobaIisasi/liberalisasi ekonomi dunia
sekarang ini, upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam
pembangunan koperasi adalah sangat penting. Keikutsertaan warga masyarakat
sebagai pelaku ekonomi tersebut diperlukan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran
makro pembangunan ekonomi yaitu penyembuhan ekonomi nasional. Hal tersebut
didasarkan atas pemikiran bahwa pembangunan koperasi tidak dapat lagi hanya
disandarkan pada pendanaan dari pemerintah, terlebih lagi dengan kondisi
keuangan pemerintah sekarang ini yang semakin menyempit karena lebih banyak
bersandar pada pinjaman dari luar negeri (terutama IMF). Melihat perkembangan
terakhir di Indonesia ada kecenderungan bahwa pemerintah cenderung embangun
kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasi kemampuan
keuangan dengan rekapitulasi bank-bank. Dalam menghadapi situasi seperti ini,
alternatif terbaik bagi koperasi dan usaha kecil adalah menghimpun kekuatan
sendiri, baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan politis, atau baik sebagai badan
usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat, untuk memperkuat posisi tawar
(bargaining position) mereka
2. Pola Ekonomi Koperasi
Tidak
dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang
diperlukan bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan
berdasarkan kebutuhan dan mengingat akan tujuan efisiensi.
Ada
dua jenis koperasi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat, yakni KUD dan
KSP.KUD (Koperasi Unit Desa) tumbuh dan berkembang subur pada masa pemerintahan
orde baru.Sedangkan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) tumbuh dan berkembang dalam
era globalisasi saat ini.KUD dan KSP hanyalah contoh dari sekian jenis
koperasi. Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian,
bahwa “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan
hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi,
sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.”Sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan, koperasi memiliki
tujuan untuk kepentingan anggotanya antara lain meningkatkan kesejahteraan,
menyediakan kebutuhan, membantu modal, dan mengembangkan usaha. Dalam
praktiknya, usaha koperasi disesuaikan dengan kondisi organisasi dan
kepentingan anggotanya.Berdasar kondisi dan kepentingan inilah muncul
jenis-jenis koperasi.
WALI
Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan bahwa koperasi merupakan badan usaha
yang paling pas untuk kondisi di Indonesia. Maka harus didorong dan diperbanyak
dimanapun ada kelompok manusia itu berkumpul. "Saya titip kepala dinas
KUMKM agar menyemangati dan membentuk koperasi. Bukan hanya dari segi sosial
saja, tapi kebermanfaatan ekonomi pada kelompoknya. Apapun kelompoknya yang
penting memanfaat." Ujar wali kota pada acara Hari Koperasi ke 70 tingkat
Kota Bandung tahun 2017, di Balai Sartika Convention Hall, Kamis, 27 Juli 2017.
Lanjutnya,
Bung Hatta meyakini bangsa yang dulu di jajah Belanda ini bisa bangkit dengan
konsep bukan kapitalisme, tapi membentuk kelompok. "Nah kapitalis tidak
boleh ada di negeri Pancasila ini. Kalo punya daya dan upaya, punya usaha
kecil-kecilan dan jika sendiri tidak mampu, maka harus berkumpul sesama untuk
jadi kelompok supaya tujuan tercapai. Nah koperasi mengisi itu. Dengan bersama
sama membangun tujuan yang dicapai,"jelasnya.
Menurutnya,
koperasi itu harus menjadi wajah ekonomi kota Bandung. "Saya tidak mau
Bandung kota konglomerat. Bandung harus menjadi kota ekonomi berkelompok dan
ekonomi udunan. Maka dari filsafat orang Bandung , hidup adalah udunan. Kita
bersama sama membangun konsep dengan tujuan yang dicapai sehingga menghasilkan
k ebermanfaatan,"tuturnya.Menurut Emil sapaan akrab Wali Kota Bandung
berharap, koperasi di kota Bandung harus lebih komunikatif. "Apapun usaha
yang dilakukan yang penting bisa bermanfaat. Orang Bandung itu hobinya ngariung
(berkumpul), jadikanlah hal itu sebagai kebermanfaatan,"ujarnya.
Sementara
itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bandung Priana
Wirasaputra menyampaikan, pembangunan koperasi tidak terlepas dari amanat RPJMD
Kota Bandung yang mengembangkan perekonomian kota berdaya saing dalam menunjang
penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik seeta meningkatkan peranan
swasta.
Lanjut
disampaikan Priana, akan terus menggali serta menggerakkan potensi koperasi
yang hingga tahun 2016 tercatat 2565 koperasi dan 2172 koperasi berstatus
aktif. "Ini menghasilkan peningkatan 1, 7 persen dibandingkan tahun 2015.
Adapun Koperasi berklasifikasi sehat tercatat 554 koperasi di tahun 2016 atau
bertambah 37 koperasi sehat di banding 2015."jelasnya. Sementara itu,
anggota yang terdata sekitar 553 ribu orang, dengan aset sekitar 13 triliun dan
Sisa hasil usaha tercatat sekitar 3 triliunan.
"Oleh
karena itu gerakan koperasi dapat diandalkan untuk menanggulangi kemiskinan,
meningkatkan pendapatan masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi kota,"
tuturnya. Lanjutnya, Peringatan hari koperasi ke 70 tingkat kota Bandung
bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan etos kerja dan kinerja dalam satu
tahun terakhir. Selain itu, bertujuan untuk memotivasi gerakan koperasi dan
mensinergikan gerak usaha kecil menengah di berbagai sektor kegiatan ekonomi,
guna mensejahterakan dan mensejahterakan koperasi menuju Bandung juara. "Saya
harap kegiatan ini mampu memberikan motivasi untuk para anggota agar bisa lebih
solid dan memberikan yang terbaik untuk Koperasi,"pungkasnya.
Dalam
kesempataan tersebut dilakukan juga penandatangangan Berita Acara Penyerahan
Bantuan PD BPR kepada MUI Kota Bandung, perjanjian Pinjaman Program Kemitraan
oleh Bio Farma kepada KSU (Koperasi Serba Usaha) Bangkit Jaya dilanjut Surat
Perjanjian Pinjamanan dari KSP (Koperasi simpan Pinjam) Rukun Ikhtiar sebagai
pihak Pertama kepada Nana Barnaji dan Bambang Hermawan (pihak ke dua).
Menurut
catatan, Koperasi berprestasi dalam hari Koperasi ke 70 tingkat kota Bandung d
iantaranya dalam kategori Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Kredit tuntas
merdeka, koperasi warga mulya bangkit, KSP Mitra Usaha Cikutra. Kategori
Koperasi Konsumen, Primkop Kartika Turangga Jaya, Koperasi pegawai dan guru
Krida Nusantara, KPRI rukun Mitra SAMA negeri 15. Kategori Koperasi wanita
diantaranya Koperasi wanita usaha bersama, Koperasi harapan warga, koperasi
Budi daya wanita.
sumber : kompas.com
www. pikiranrakyat.com