Kamis, 11 Januari 2018

PERKEBANGAN EKONOMI KOPERASI DAN POLA EKONOMI KOPERASI

Nama : Sri Winarti
NPM : 28216015
Kelas : 2EB19
1. Perkembangan Ekonomi Koperasi
Perkembangan dunia saat ini telah memasauki sebuah era baru dalam berbagai bidang dan sendi kehidupan masyarakat dunia. Perkembangan yang bisa kita sebut sebagai era globalisasi, pada era ini semakin hilanglah batasan dan semakin terbukanya masyarakat untuk mendapat informasi. Salah satu ciri dari era globalisasi ini adalah munculnya istilah perdagangan bebas, dimana masing masing individu dipermudah dalam hal melakukan hubungan dagang antara satu sama lainnya tanpa adanya batasan atau halangan yang berarti. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tak terhindarkan.
Pertumbuhan koperasi Indonesia dari tahun ke tahun bisa dibilang cukup menggembirakan ini bisa dilihat dari pertumbuhan koperasi dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2008 yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dimana terjadi peningkatan sebesar 50.67 % ,namun pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha terutama KUD.
Perkembangan koperasi ini sudah bisa dibilang cukup baik namun dalam hal sisi fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasa keuangan, pelayanan infrastruktur serta pembelian bersama. Sejalan dengan ide pengembangan eksistensi koperasi, dalam kondisi krisis ekonomi, gIobaIisasi/liberalisasi ekonomi dunia sekarang ini, upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pembangunan koperasi adalah sangat penting. Keikutsertaan warga masyarakat sebagai pelaku ekonomi tersebut diperlukan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran makro pembangunan ekonomi yaitu penyembuhan ekonomi nasional. Hal tersebut didasarkan atas pemikiran bahwa pembangunan koperasi tidak dapat lagi hanya disandarkan pada pendanaan dari pemerintah, terlebih lagi dengan kondisi keuangan pemerintah sekarang ini yang semakin menyempit karena lebih banyak bersandar pada pinjaman dari luar negeri (terutama IMF). Melihat perkembangan terakhir di Indonesia ada kecenderungan bahwa pemerintah cenderung embangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasi kemampuan keuangan dengan rekapitulasi bank-bank. Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi koperasi dan usaha kecil adalah menghimpun kekuatan sendiri, baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan politis, atau baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat, untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) mereka

2. Pola Ekonomi Koperasi
Tidak dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang diperlukan bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan berdasarkan kebutuhan dan mengingat akan tujuan efisiensi.
Ada dua jenis koperasi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat, yakni KUD dan KSP.KUD (Koperasi Unit Desa) tumbuh dan berkembang subur pada masa pemerintahan orde baru.Sedangkan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) tumbuh dan berkembang dalam era globalisasi saat ini.KUD dan KSP hanyalah contoh dari sekian jenis koperasi. Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian, bahwa “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.”Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan, koperasi memiliki tujuan untuk kepentingan anggotanya antara lain meningkatkan kesejahteraan, menyediakan kebutuhan, membantu modal, dan mengembangkan usaha. Dalam praktiknya, usaha koperasi disesuaikan dengan kondisi organisasi dan kepentingan anggotanya.Berdasar kondisi dan kepentingan inilah muncul jenis-jenis koperasi.
WALI Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan bahwa koperasi merupakan badan usaha yang paling pas untuk kondisi di Indonesia. Maka harus didorong dan diperbanyak dimanapun ada kelompok manusia itu berkumpul. "Saya titip kepala dinas KUMKM agar menyemangati dan membentuk koperasi. Bukan hanya dari segi sosial saja, tapi kebermanfaatan ekonomi pada kelompoknya. Apapun kelompoknya yang penting memanfaat." Ujar wali kota pada acara Hari Koperasi ke 70 tingkat Kota Bandung tahun 2017, di Balai Sartika Convention Hall, Kamis, 27 Juli 2017.
Lanjutnya, Bung Hatta meyakini bangsa yang dulu di jajah Belanda ini bisa bangkit dengan konsep bukan kapitalisme, tapi membentuk kelompok. "Nah kapitalis tidak boleh ada di negeri Pancasila ini. Kalo punya daya dan upaya, punya usaha kecil-kecilan dan jika sendiri tidak mampu, maka harus berkumpul sesama untuk jadi kelompok supaya tujuan tercapai. Nah koperasi mengisi itu. Dengan bersama sama membangun tujuan yang dicapai,"jelasnya.
Menurutnya, koperasi itu harus menjadi wajah ekonomi kota Bandung. "Saya tidak mau Bandung kota konglomerat. Bandung harus menjadi kota ekonomi berkelompok dan ekonomi udunan. Maka dari filsafat orang Bandung , hidup adalah udunan. Kita bersama sama membangun konsep dengan tujuan yang dicapai sehingga menghasilkan k ebermanfaatan,"tuturnya.Menurut Emil sapaan akrab Wali Kota Bandung berharap, koperasi di kota Bandung harus lebih komunikatif. "Apapun usaha yang dilakukan yang penting bisa bermanfaat. Orang Bandung itu hobinya ngariung (berkumpul), jadikanlah hal itu sebagai kebermanfaatan,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bandung Priana Wirasaputra menyampaikan, pembangunan koperasi tidak terlepas dari amanat RPJMD Kota Bandung yang mengembangkan perekonomian kota berdaya saing dalam menunjang penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik seeta meningkatkan peranan swasta.
Lanjut disampaikan Priana, akan terus menggali serta menggerakkan potensi koperasi yang hingga tahun 2016 tercatat 2565 koperasi dan 2172 koperasi berstatus aktif. "Ini menghasilkan peningkatan 1, 7 persen dibandingkan tahun 2015. Adapun Koperasi berklasifikasi sehat tercatat 554 koperasi di tahun 2016 atau bertambah 37 koperasi sehat di banding 2015."jelasnya. Sementara itu, anggota yang terdata sekitar 553 ribu orang, dengan aset sekitar 13 triliun dan Sisa hasil usaha tercatat sekitar 3 triliunan.
"Oleh karena itu gerakan koperasi dapat diandalkan untuk menanggulangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi kota," tuturnya. Lanjutnya, Peringatan hari koperasi ke 70 tingkat kota Bandung bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan etos kerja dan kinerja dalam satu tahun terakhir. Selain itu, bertujuan untuk memotivasi gerakan koperasi dan mensinergikan gerak usaha kecil menengah di berbagai sektor kegiatan ekonomi, guna mensejahterakan dan mensejahterakan koperasi menuju Bandung juara. "Saya harap kegiatan ini mampu memberikan motivasi untuk para anggota agar bisa lebih solid dan memberikan yang terbaik untuk Koperasi,"pungkasnya.
Dalam kesempataan tersebut dilakukan juga penandatangangan Berita Acara Penyerahan Bantuan PD BPR kepada MUI Kota Bandung, perjanjian Pinjaman Program Kemitraan oleh Bio Farma kepada KSU (Koperasi Serba Usaha) Bangkit Jaya dilanjut Surat Perjanjian Pinjamanan dari KSP (Koperasi simpan Pinjam) Rukun Ikhtiar sebagai pihak Pertama kepada Nana Barnaji dan Bambang Hermawan (pihak ke dua).
Menurut catatan, Koperasi berprestasi dalam hari Koperasi ke 70 tingkat kota Bandung d iantaranya dalam kategori Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Kredit tuntas merdeka, koperasi warga mulya bangkit, KSP Mitra Usaha Cikutra. Kategori Koperasi Konsumen, Primkop Kartika Turangga Jaya, Koperasi pegawai dan guru Krida Nusantara, KPRI rukun Mitra SAMA negeri 15. Kategori Koperasi wanita diantaranya Koperasi wanita usaha bersama, Koperasi harapan warga, koperasi Budi daya wanita.


sumber : kompas.com
www. pikiranrakyat.com